Cool Cigar Smoking With Shades On Monkey

Senin, 11 April 2016

IDENTIFIKASI BIAYA


Cara Mengidentifikasi Biaya :

          Konsep perusahaan:
- SDM
- Operasional
- Marketing
- Keuangan

          Identifikasi biaya pada masing-masing bagian konsep

          Lakukan pengkodean (coding)

GAMBARAN PETA KONSEP PERUSAHAAN


Penjelasan Gambaran :

Apabila sebuah perusahaan memiliki SDM yang baik maka operasional perusahaan akan cepat terpenuhi sehingga konsumen-konsumen akan tetap menitik beratkan pada pelayanan perusahaan yang selalu dapat memenuhi stock barang konsumen, dimana bagian pemasaran akan meluas dengan mempromosikan produksi perusahaan yang memiliki stock yang selalu terpenuhi, maka keuangan perusahaan akan tetap stabil, sehingga juga mampu mensejahterakan dan meningkatkan kinerja SDM.

RUANG LINGKUP SDM

·         Recruitment

Rekrutmen adalah serangkaian kegiatan yang dimulai ketika sebuah perusahaan atau organisasi memerlukan tenaga kerja dan membuka lowongan sampai mendapatkan calon karyawan yang diinginkan/kualified sesuai dengan jabatan atau lowongan yang ada. Dengan demikian, tujuan rekrutmen adalah menerima pelamar sebanyak-banyaknya sesuai dengan kualifikasi kebutuhan perusahaan dari berbagai sumber, sehingga memungkinkan akan terjaring calon karyawan dengan kualitas tertinggi dari yang terbaik.

·         Seleksi

Seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM yang dilakukan setelah proses rekrutmen selesai dilaksanakan. Hal ini berarti telah terkumpul sejumlah pelamar yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih mana yang dapat ditetapkan sebagai karyawan dalam suatu perusahaan. Proses pemilihan ini yang dinamakan dengan seleksi. Proses seleksi sebagai sarana yang digunakan dalam memutuskan pelamar mana yang akan diterima. Prosesnya dimulai ketika pelamar melamar kerja dan diakhiri dengan keputusan penerimaan.

·         Pengembangan

Pengembangan adalah kegiatan dimana para karyawan pemula di latih untuk menjadi karyawan yang terlatih dan memiliki loyalitas penuh terhadap perusahaan yang nantinya akan di tempatkan sesuai skill yang di kembangkan, sehingga mampu menerapkannya.

·         Penempatan

Seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM yang dilakukan setelah proses rekrutmen selesai dilaksanakan. Hal ini berarti telah terkumpul sejumlah pelamar yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih mana yang dapat ditetapkan sebagai karyawan dalam suatu perusahaan. Proses pemilihan ini yang dinamakan dengan seleksi. Proses seleksi sebagai sarana yang digunakan dalam memutuskan pelamar mana yang akan diterima. Prosesnya dimulai ketika pelamar melamar kerja dan diakhiri dengan keputusan penerimaan.

·         Kesejahteraan

Kesejahteraan adalah dapat dipandang sebagai uang bantuan lebih lanjut kepada karyawan. Terutama pembayarannya kepada mereka yang sakit, uang bantuan untuk tabungan karyawan, pembagian berupa saham, asuransi, perawatan dirumah sakit, dan pensiun.

·         Pemberhentian

Pemberhentian karyawan adalah hal yang pasti terjadi. Pemberhentian karyawan berarti berhentinya kegiatan kerja seseorang karyawan dari suatu organisasi perusahaan. Pemberhentian karyawan akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan maupun karyawan. Pemberhentian karyawan adalah fungsi operasional yang terakhir dari manajemen Sumber Daya Manusia ( SDM ).

 

 

RUANG LINGKUP OPERASIONAL

·         Pengendalian Bahan Baku

Bagaimana cara memindahkan barang didalam proses produksi dari bagian satu kebagian yang lain sehingga tidak mengganggu aktivitas produksi itu sendiri adalah suatu masalah yang umum terjadi pada proses produksi. Proses produksi bagaimana caranya tidak terganggu oleh keterlambatan bahan baku yang akan diproses untuk suatu produk.

Pengendalian bahan baku adalah ilmu dalam mengatur pemindahan, membungkus, serta menyimpan bahan baku pada berbagai macam bentuk. 

 

·         Pengendalian Biaya Produksi

Umumnya analisis biaya digunakan dalam mencari tingkat keuntungan yang maksimal sehingga pada proses produksi ada penggolongan biaya produksi menjadi biaya variabel dan biaya tetap

Biaya variabel terbagi lagi menjadi biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung sedangkan biaya overhead perlu dilihat lebih teliti lagi karena pada biaya overhead terdapat didalamnya biaya variabel dan biaya tetap dan bahkan juga biaya semi variabel, Dalam pengendalian biaya produksi, jenis jenis biaya tersebut harus dengan jelas diketahui karena pengaruhnnya terhadap keuntungan atau laba perusahaan sangat besar.

 

·         Pengendalian Tenaga Kerja

Kualitas tenaga kerja perlu mendapatkan perhatian serius, tenaga kerja perlu dikendalikan baik itu kuantitas dan kualitas tenaga kerja, dalam satu kasus, tenaga kerja yang berlebih akan mengakibatkan membengkaknya biaya dan penurunan produktivitas dalam kasus yang lain kekurangan tenaga kerja bisa menyebabkan proses produksi tidak berjalan maksimal.

 

·         Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualitas adalah alat bagi manajemen operasional dalam memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas produk barang atau jasa yang dihasilkan, dan mengurangi kuantitas barang yang gagal atau rusak dari proses produksi yang tentunya akan merugikan. Pengawasan terhadap kualitas dalam menentukan ukuran, cara ataupun persyaratan fungsional dari suatu produk dan spesifikasinya juga memerksa apakah prosedur dalam proses produksi telah sesuai standar mutu yang telah ditetapkan dalam menjaga kualitas.

 

·         Pemeliharaan

Diperlukan upaya dalam pemeliharaan alat produksi untuk mencegah hasil produk dari proses produksi yang cacat tau tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan akibat alat produksi yang rusak. Tapi jika apabila produk yang dihasilkan masih juga ada produk cacat, mungkin pergantian alat produksi adalah opsi berikutnya yang perlu dipertimbangkan. Maintenance sangat penting, masalah teknis mengenai alat alat hendaknya ada bagian khusus yang mengaturnya.

 

 

 

 

 

 

RUANG LINGKUP PEMASARAN

 

·         Sosialisasi produk

Sosialisasi produk adalah kegiatan untuk memperkenalkan suatu produk agar bisa lebih di kenal oleh masyarakat dan produk mampu menjadi kebutuhuan masyarakat secara terus – menerus sosialisasi produk ini biasanya melalui beberapa media yang di kenal masyarakat/ yang dapat di akses masyarakat sehari-harinya. Yaitu, Iklan, Promosi, Showroom, dan Seminar.

 

·         Distribusi produk

Distribusi produk adalah pensuplaian produk-produk yang telah di pesan oleh konsumen yang dimana menggunakan armada dari perusahaan untuk mengantarkan produk tersebut. Yang dimana distribusi produk ini meliputi, armada, waktu, biaya, cara, rantai distribusi.

 

·         Penjualan

Penjualan adalah kegiatan yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan kepada usaha pemuasan kebutuhan serta keinginan pembeli/konsumen, guna untuk mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba atau keuntungan. Atau definisi penjualan adalah merupakan suatu kegiatan transaksi yang dilakukan oleh 2 (dua) belah pihak/lebih dengan menggunakan alat pembayaran yang sah. Penjualan juga merupakan salah satu sumber pendapatan seseorang atau suatu perusahaan yang melakukan transaksi jual & beli, dalam suatu perusahaan apabila semakin besar penjualan maka akan semakin besar pula pendapatan yang diperoleh seseorang atau perusahaan tersebut.

 

·         Delivery

Delivery adalah Proses pengiriman suatu barang kepada pihak pemesan dengan menggunakan armada dari perusahaan maupun menyewa dari luar perusahaan apabila perusahaan tersebut wilayah pemasarannya masih kecil.

 

·         Pencitraan

Pencitraan merupakan kesan yang diperoleh dari simbol atau pesan yang dibentuk dan disebarkansecara konsisten oleh perusahaan baik itu dengan cara melihat nama, mengamati perilaku atau membaca suatu aktivitas atau melihat bukti material lainnya. Biasanya unsur-unsur yang termasuk dalam pencitraan yaitu, persepsi, kebanggaan konsumen, serta loyalitas.

 

·         Pemeliharaan konsumen

Pemeliharaan konsumen adalah menjaga kesetiaan konsumen agar selalu percaya pada produk yang di tawarkan dengan memaksimalkan pelayanan kita terhadap konsumen.

 

 

 

 

 

 

 

 

RUANG LINGKUP KEUANGAN

Sumber pembiayaan: modal sendiri, asing, hutang

Cost of capital: standar, upper, lower

Profitabilitas: ROI, ROA, Profit margin, ROE

Likuiditas: current ratio, quick ratio (likuid, illikuid)

Solvabilitas: debt to equity, debt to sales, debt to assets (solvabel,insolvabel)

Turn over: Inventory turn over, receivables turn over, capital turn over

Penggunaan: Pengembangan pegawai, deviden, investasi, pembiayaan, dll
 
 
Referensi: Supawi Pawenang, 2016, Modul Akuntansi Biaya, Fakultas Ekonomi, UNIBA SURAKARTA
Read More

PENGENDALIAN BIAYA


SISTEM BIAYA

1.       Sistem biaya taksiran

·           Definisi sistem biaya taksiran

Biaya taksiran merupakan salah satu bentuk biaya yang ditentukan di muka sebelum produksi dilakukan atau penyerahan jasa dilaksanakan. Sistem biaya taksiran adalah sistem akuntansi biaya produksi yang menggunakan suatu bentuk biaya-biaya yang ditentukan di muka dalam menghitung harga pokok produk yang di produksi.

 

·           Penentuan biaya taksiran

Biaya taksiran biasanya di pecah menjadi tiga unsur : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Biaya taksiran dapat ditentukan atas dasar data masa lalu, dari perhitungan, dari rumus kimia atau matematis, atau secara sederhana dengan taksiran.

Dalam penentuan takisiran biaya bahan baku yang dipakai untuk menghasilkan sejumlah produk tertentu, perlu dilakukan penaksiran kuantitas tiap-tiap bahan baku yang dibutuhkan dan taksiran harga masing-masing.

 

2.       Sistem biaya standard

·           Definisi biaya standard

Biaya standard adalah biaya yang ditentukan dimuka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau membiayai kegiatan tertentu, dibawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi dan faktor-fakktor lain tertentu.

 

·           Penentuan biaya standard

Biaya bahan baku standard, terdiri atas :

a.       Masukan fisik yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah keluaran fisik tertentu, atau lebih dikenal dengan nama kuantitas standard.

b.      Harga satuan masukan fisik tersebut, atau disebut pula harga standard.

Kuantitas standard bahan baku dapat ditentukan dengan menggunakan :

a.       Penyelidikan teknis.

b.      Analisis catatan masa lalu dalam bentuk :

                                                             1.      Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku untuk produk atau pekerjaan yang sama dalam periode tertentu dimasa lalu

                                                             2.      Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan pekerjaan yang paling baik dan yang paling buruk dimsa lalu.

                                                             3.      Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan pekerjaan yang paling baik.

Harga yang dipakai sebagai harga standard berupa :

                                                            1.      Harga yang diperkirakan akan berlaku di masa yang akan datang, biasanya untuk jangka waktu 1 tahun.

                                                            2.      Harga yang berlaku pada saat penyusunan standard.

                                                            3.      Harga yang diperkirakan akan merupakan harga normal dalam jangka panjang.

Sistem biaya standar (dibagi menjadi):

       Metode tunggal
rekening barang dalam proses dicatat satu macam biaya, yaitu biaya standar.
Selisih ditentukan saat selisih terjadi

       Metode ganda
 rekening barang dalam proses dicatat dua macam biaya, yaitu:
- biaya sesungguhnya
- biaya standar
Selisih ditentukan pada akhir periode akuntansi. Karena penghitungannya berdasarkan keluaran.

 

Model satu selisih Biaya Produksi Langsung

       TS= (Pst x Qst)-(Pr x Qr)

                TS= Total selisih
Pst= Harga standar
Pr = harga sesungguhnya
Qst = kuantitas standar
Qr = kuantitas riil

Model 2 selisih  Biaya Produksi Langsung

       Sp = (Pst-Pr) X Qr

       Sq= (Qst-Qr) x Pst

Sp = selisih harga
Sq = Selisih kuantitas

Model 3 selisih Biaya Produksi Langsung

       Sp = (Pst-Pr) x Qst

       Sq = (Qst-Qr) x Pst

       Spq = (Pst-Pr) x (Qst-Qr)

Selisih Biaya overhead pabrik

       Model satu selisih

       Model dua selisih:
- Selisih terkendalikan (controllable variance)
- Selisih Volume (volume variance)

       Model tiga selisih
- Selisih pengeluaran
- Selisih Kapasitas
- Selisih efisiensi

       Model empat selisih
- selisih pengeluaran
- selisih kapasitas
- selisih efisiensi variabel
- selisih efisiensi tetap
Referensi: Supawi Pawenang, 2016, Modul Akuntansi Biaya, Fakultas Ekonomi, UNIBA SURAKARTA  
http://uniba.ac.id
http://supawi-pawenang.blogspot.co.id
Read More

KLASIFIKASI BIAYA


Pengklasifikasian atau penggolongan biaya merupakan suatu proses mengelompokkan dengan sistematis atas seluruh elemen yang ada menjadi kelompok-kelompok tertentu supaya bisa menyajikan informasi yang lebih.

 

Contoh klasifikasi biaya :

1.       Biaya Tetap dan Biaya Variable

a.       Biaya Tetap

Biaya tetap yaitu biaya yang jumlahnya tetap tidak dipengaruhi perubahan atas volume kegiatan hingga suatu tingkatan tertentu. Biaya satuan akan mengalami perubahan yang berbanding terbalik dengan perubahan atas volume aktivitas.

b.      Biaya Variable

Biaya Variable yaitu biaya dimana jumlahnya akan mengalami perubahan secara proporsional dengan perubahan volume aktivitas. Biaya satuan tak terpengaruh oleh perubahan volume aktivitas/kegiatan.

2.       Biaya Langsung atau Biaya tak Langsung

a.       Biaya Langsung

Yaitu Biaya yang manfaatnya bisa diidentifikasi dalam objek tertentu, atau berhubungan langsung dengan produksi

b.      Biaya tak Langsung

Yaitu Biaya yang manfaatnya tidak bisa diidentifikasi dalm objek tertentu, atau dengan kata lain, biaya manfaatnya dinikmati oleh beberapa objek atau pusat biaya atau berhubungan tidak langsung dengan produksi.

3.       Biaya Operasional atau biaya non operasional

a.       Biaya operasional merupakan semua biaya yang hubungannya dengan kegiatan usaha

b.      Biaya non operasional merupakan semua biaya yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.

4.       Biaya Relevan dan Biaya Irrelevan

a.       Biaya Relevan adalah biaya yang berkonsep pada menghilangkan data yang tidak diperlukan yang dapat mempersulit proses pengambilan keputusan.

b.      Biaya Irrelevan adalah biaya yang tidak berhubungan sama sekali dengan pengambilan keputusan manajemen.
Referensi: Supawi Pawenang, 2016, Modul Akuntansi Biaya, Fakultas Ekonomi, UNIBA SURAKARTA  
http://uniba.ac.id
http://supawi-pawenang.blogspot.co.id
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

My Blog List